Futsal dan Tumbuh Kembang Anak

Futsal merupakan sepak bola mini yang dimainkan di dalam ruangan merupakan olah raga
yang sangat bermanfaat untuk anak mengembangkan kemampuan fisik dan mental baik untuk
bekal si anak di masa depan. Di Indonesia sendiri Futsal merupakan mainan yang cukup
disukai anak-anak. Namun untuk memainkan bola secara tim – futsal misalnya – sebaiknya
saat si kecil berusia 5 tahun ke atas dimana dia sudah mampu menerima instruksi.
Apalagi futsal termasuk olahraga permainan yang memiliki peraturan tertentu.

Untuk mengenalkan permainan futsal, sebaiknya anak diajak melihat pertandingan futsal
terlebih dulu. Dengan demikian anak sudah mempunyai bayangan mengenai permainan futsal.
Selain itu anak diharapkan tertarik untuk bermain futsal.

Manfaat lain Berlatih/Bermain Futsal untuk si Anak :

 

 

Keahlian teknik. Dalam futsal, teknik lebih berperan ketimbang tenaga. Dengan begitu,
anak dapat meningkatkan skill agar dia dapat melepaskan dri dari desakan lawan,
mengontrol bola atau pergerakan kaki dengan dan tanpa bola.

Kecerdasan. Saat bermain futsal, anak dituntut bisa melakukan improvisasi dalam
menghadapi masalah dalam bermain. Pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya secara
spontan. Artinya, dengan futsal anak dapat mengembangkan intelegensinya.

Kecepatan. Ruang gerak yang tak begitu luas, menuntut para pemain futsal untuk
bergerak cepat. Sehingga si kecil akan terbiasa untuk bergerak cepat dan tepat dalam
melakukan suatu kegiatan.

Kerjasama tim. Dengan futsal anak dilatih untuk melaksanakan kerjasama dengan baik,
karena futsal adalah permainan beregu, bukan individu. Dengan demikian bila ingin
hasilnya baik maka perlu kerjasama yang baik antar anggota regu.

Kesenangan, Pada saat bermain futsal, tubuh mengeluarkan hormon endorphin yang
menimbulkan rasa senang. Sehingga bila kita melakukan latihan fisik aerobik secara
terat
ur kita dapat terhindar dari depresi dan kecemasan.

Yang patut orang tua diperhatikan

Jangan karena baik untuk tubuh, lantas bermain futsal setiap hari. Sebaiknya, futsal
dilakukan 2x seminggu, diselingi 2-3 hari istirahat dengan tujuan memberi kesempatan
pada tubuh untuk kembali ke keadaan awal.

Namun, jika bermain futsal hampir setiap hari, yang terjadi adalah rasa lelah yang
berlebihan, mengantuk, konsentrasi menurun (tanda-tanda overtraining). Selain itu, yang
harus diingat adalah lakukan pemanasan sebelum dan pendinginan setelah bermain futsal.
Pemanasan dan pendinginan ini anak dapat jalan cepat selama 5-10 menit, dan gerakan
peregangan pada bagian kepala, bahu, lengan, tangan, batang tubuh, paha, dan kaki.
Semua ini untuk menghindari terjadinya cedera muskuloskeletal (terkilir) -¬ keluhan
sakit, nyeri, pegal-pegal dan lainnya pada sistem otot – saat bermain futsal.